Wednesday, September 4, 2019

KKN: KULIAH KERJA NYATA ATAU KISAH KASIH NYATA?


Iyang Rezky Ananda
KKN-PPL UNM ANGKATAN XIX
Program KKN (Kuliah Kerja Nyata) sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dengan sistem pendidikan yang berlaku di perguruan tinggi di Indonesia secara umum. Kegiatan KKN merupakan satu prasyarat yang harus diikuti oleh mahasiswaa/i, dan seorang calon sarjana perlu mendapat nilai lulus sebelum mengikuti tahapan selanjutnya dalam penyelesaian pendidikan sarjananya.

Awal bulan september ini, mahasiswa tingkat semester 7 disibukkan dengan program wajib universitas, yaitu Kuliah kerja nyata atau KKN.  Berdasarkan kaca mata saya saat mengamati mahasiswa-mahasiwa yang hendak berangkat KKN. Mereka kebanyakan sangat antusias menyambut momen sekali dalam proses perkuliahannya. Memang, momen KKN adalah momen yang hanya bisa didapat ketika menempuh studi di perguruan tinggi, khususnya yang menempuh studi di universitas.

Saya pun turut menjadi bagian dari euforia menyambut program KKN. Saya  sendiri membayangkan program KKN sudah sejak menjadi mahasiswa baru. Membayangkan dalam kegiatan tersebut hidup 3 bulan bersama teman - teman baru lintas jurusan, menjalankan urusan rumah tangga bersama, menjalankan program kerja yang sudah direncanakan jauh - jauh hari bersama kelompok. Sebab itu, saya tertarik untuk memberikan opini terkait KKN.

Namun seiring berjalannya waktu banyak plesetan singakatan dari KKN itu sendiri bermunculan, contohnya Kisah Kasih Nyata, Seperti banyak terjadi kisah yang sering disebut cinlok atau cinta lokasi berdasarkan pengalaman mahasiswa-mahasiwa yang telah melakukan KKN sebelumnya.

Untuk sesama spesies jomblo hal ini sah-sah saja. Lalu, bagaimana dengan ketenangan pasangan yang terpisah jauh akibat ajang ini? Semoga tidak merapuhkan, namun justru menguatkan.

Rasa suka itu bisa saja timbul karena kebiasaan. Kebiasaan melihatnya memasak, kebiasaan melihatnya tertidur karena tak kuasa menahan kantuk saat rapat, kebiasaan bepergian bersamanya untuk mengurusi proker (modus), dan kebiasaan mengabadikan momen bersama dalam frame kamera. Semua kebiasaan itu akhirnya membuat mereka merasa nyaman satu sama lain dan terbitlah cinta lokasi ala pemain sinetron yang terlibat cinlok. Begitulah, seperti sedang bermain drama, hari-hari kalian terasa lebih berwarna karena kehadirannya.

Namun, hal tersebut sudah melenceng dari niat awalnya, Tujuan dari pada KKN adalah suatu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Program yang dilaksanakan tiap perguruan tinggi berbeda-beda tergantung pada disiplin ilmu yang terkait serta kebutuhan masyarakat dari daerah yang dituju sebagai tempat pelaksanaan KKN. Program yang dibuat dapat terbagi menjadi program umum seperti peringatan hari besar, pemberdayaan masyarakat, dan program khusus yang terkait tema besar suatu tim KKN.

Selain memaknai sebagai saat yang tepat untuk mencari pendamping hidup, Ada yang memaknai hanya sebagai penuntasan SKS, ada juga yang memanfaatkan KKN sebagai ajang adu kualitas program studi. Meskipun tidak menutup kemungkinan masih ada yang memiliki orientasi pengabdian.

Terlepas dari itu semua KKN merupakan sebuah wadah nyata, di mana penggambaran kehidupan setelah perkuliahan terpampang jelas di sana. Siapa yang mampu menyesuaikan, dia-lah yang dapat bertahan. Dalam beberapa kesempatan, embel-embel ‘maha’ yang melekat menjadikan kehadiran diri sebagai yang spesial, diutamakan. Namun terkadang lupa bahwasanya ada harapan dan cita-cita yang sebisa mungkin harus diwujudkan.

Sejatinya, banyak hal yang bisa kita jemput dalam kegiatan KKN itu. Pelajaran, pengalaman, bahkan hal kecil bernama cinta bagi mereka yang sudah siap untuk jatuh. Selain masyarakat yang akan menyambut keberadaan kita dengan suka cita, kehadiran cinta juga akan selalu menyapa, di manapun kita berada, termasuk lokasi KKN.

Penulis: Iyang Rezky Ananda, Mahasiswa Universitas Negeri Makassar angkatan 2016

https://iyangananda.blogspot.com/2019/09/kkn-kuliah-kerja-nyata-atau-kisah-kasih.html

1 comment: