![]() |
| Iyang Rezky Ananda KKN-PPL UNM ANGKATAN XIX |
Awal bulan september ini,
mahasiswa tingkat semester 7 disibukkan dengan program wajib universitas,
yaitu Kuliah kerja nyata atau KKN. Berdasarkan kaca mata saya saat
mengamati mahasiswa-mahasiwa yang hendak berangkat KKN. Mereka kebanyakan
sangat antusias menyambut momen sekali dalam proses perkuliahannya. Memang,
momen KKN adalah momen yang hanya bisa didapat ketika menempuh studi di
perguruan tinggi, khususnya yang menempuh studi di universitas.
Saya pun turut menjadi bagian
dari euforia menyambut program KKN. Saya sendiri membayangkan program KKN
sudah sejak menjadi mahasiswa baru. Membayangkan dalam kegiatan tersebut hidup 3 bulan bersama teman - teman baru lintas jurusan, menjalankan urusan rumah
tangga bersama, menjalankan program kerja yang sudah direncanakan jauh - jauh
hari bersama kelompok. Sebab itu,
saya tertarik untuk memberikan opini terkait KKN.
Namun seiring berjalannya waktu
banyak plesetan singakatan dari KKN itu sendiri bermunculan, contohnya Kisah
Kasih Nyata, Seperti banyak terjadi kisah yang sering disebut cinlok atau
cinta lokasi berdasarkan pengalaman mahasiswa-mahasiwa yang telah melakukan KKN
sebelumnya.
Untuk sesama spesies jomblo hal ini sah-sah saja. Lalu, bagaimana dengan ketenangan pasangan yang terpisah jauh akibat ajang ini? Semoga tidak merapuhkan, namun justru menguatkan.
Rasa suka itu bisa saja timbul karena
kebiasaan. Kebiasaan melihatnya memasak, kebiasaan melihatnya tertidur karena
tak kuasa menahan kantuk saat rapat, kebiasaan bepergian bersamanya untuk
mengurusi proker (modus), dan kebiasaan mengabadikan momen bersama dalam frame
kamera. Semua kebiasaan itu akhirnya membuat mereka merasa nyaman satu sama
lain dan terbitlah cinta lokasi ala pemain sinetron yang terlibat cinlok.
Begitulah, seperti sedang bermain drama, hari-hari kalian terasa lebih berwarna
karena kehadirannya.
Namun, hal tersebut sudah
melenceng dari niat awalnya, Tujuan dari pada KKN adalah suatu bentuk kegiatan
pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan
pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia.
Program yang dilaksanakan tiap perguruan tinggi berbeda-beda tergantung pada
disiplin ilmu yang terkait serta kebutuhan masyarakat dari daerah yang dituju
sebagai tempat pelaksanaan KKN. Program yang dibuat dapat terbagi menjadi
program umum seperti peringatan hari besar, pemberdayaan masyarakat, dan
program khusus yang terkait tema besar suatu tim KKN.
Selain memaknai sebagai saat yang
tepat untuk mencari pendamping hidup, Ada yang memaknai hanya sebagai
penuntasan SKS, ada juga yang memanfaatkan KKN sebagai ajang adu kualitas
program studi. Meskipun tidak menutup kemungkinan masih ada yang memiliki
orientasi pengabdian.
Terlepas dari itu semua KKN
merupakan sebuah wadah nyata, di mana penggambaran kehidupan setelah
perkuliahan terpampang jelas di sana. Siapa yang mampu menyesuaikan, dia-lah
yang dapat bertahan. Dalam beberapa kesempatan, embel-embel ‘maha’ yang melekat
menjadikan kehadiran diri sebagai yang spesial, diutamakan. Namun terkadang
lupa bahwasanya ada harapan dan cita-cita yang sebisa mungkin harus diwujudkan.
Sejatinya, banyak hal yang bisa
kita jemput dalam kegiatan KKN itu. Pelajaran, pengalaman, bahkan hal kecil bernama cinta bagi mereka yang sudah siap untuk jatuh. Selain
masyarakat yang akan menyambut keberadaan kita dengan suka cita, kehadiran
cinta juga akan selalu menyapa, di manapun kita berada, termasuk lokasi KKN.
Penulis: Iyang Rezky Ananda, Mahasiswa Universitas Negeri Makassar angkatan 2016
https://iyangananda.blogspot.com/2019/09/kkn-kuliah-kerja-nyata-atau-kisah-kasih.html
Penulis: Iyang Rezky Ananda, Mahasiswa Universitas Negeri Makassar angkatan 2016

Keren bela
ReplyDelete